Alasannya sebenarnya ada di data Canva, cuma tidak ditampilkan ke kamu. Rejection Viewer memunculkannya di halaman My Items, lengkap dengan penjelasan yang bisa langsung kamu kerjakan.
Gratis · tanpa daftar akun · Bahasa Indonesia & Inggris
Kamu upload dua puluh elemen. Tiga di antaranya Rejected. Di layar cuma ada satu kata itu: Rejected. Tidak ada penjelasan, tidak ada contoh, tidak ada saran perbaikan.
Jadi kamu menebak. Kamu mengubah sesuatu yang kamu kira salah, upload ulang, menunggu berhari-hari, lalu Rejected lagi. Padahal alasannya sebenarnya ada. Canva menyimpannya di datanya sendiri, hanya tidak menampilkannya di halaman itu.
Karena kode mentahnya pendek dan tidak menolong. SIMPLE_SHAPES tidak memberitahu apa yang harus diubah. Jadi kami mengumpulkan elemen yang kena kode sama, membandingkan polanya, dan bertanya ke support Canva sampai paham apa yang sebenarnya diminta. Hasilnya 18 alasan, masing-masing dengan penjelasan dan langkah perbaikan yang konkret.
Satu klik dari Chrome Web Store. Tidak perlu membuat akun atau memasukkan apa pun.
Extension bekerja sendiri. Tidak ada tombol yang perlu ditekan.
Tiap elemen yang Rejected mendapat badge berisi alasannya. Klik untuk penjelasan dan cara memperbaikinya.
Canva sesekali memakai kode yang belum ada penjelasannya di daftar kami. Badge-nya tampil abu-abu, dan ada tombol lapor. Menekannya membuka formulir yang sebagian sudah terisi. Kamu bisa melihat isinya sebelum mengirim, dan tidak ada yang terkirim sampai kamu menekan submit. Laporan yang masuk kami teliti, lalu penjelasannya langsung tersedia untuk semua pengguna. Makin banyak yang melapor, makin cepat daftarnya lengkap.
Setelah terpasang, buka halaman My Items dan badge-nya langsung muncul.